cara menghitung zakat profesi terbaru

Zakat profesi merupakan salah satu jenis zakat yang wajib ditunaikan oleh umat Islam yang memiliki penghasilan dari pekerjaannya. Kewajiban ini didasarkan pada firman Allah SWT dalam Al-Qur’an dan hadits Nabi Muhammad SAW. Dalam pembahasan ini, kita akan mengulas secara komprehensif tentang cara menghitung zakat profesi sesuai dengan ketentuan syariat Islam.

Menunaikan zakat profesi merupakan bentuk kepedulian sosial dan tanggung jawab seorang Muslim terhadap sesama. Zakat ini bertujuan untuk mendistribusikan sebagian dari harta yang diperoleh dari pekerjaan kepada mereka yang membutuhkan, sehingga tercipta keseimbangan dan keadilan ekonomi dalam masyarakat.

Definisi Zakat Profesi

cara menghitung zakat profesi

Zakat profesi adalah kewajiban yang harus dipenuhi oleh umat Islam yang bekerja atau menjalankan profesi tertentu, sebagai bentuk ibadah dan kepedulian sosial. Zakat profesi merupakan bagian dari zakat maal, yang dikeluarkan dari penghasilan atau gaji yang diperoleh selama satu tahun.

Jenis pekerjaan yang termasuk dalam kategori zakat profesi adalah:

  • Pekerjaan yang menghasilkan gaji tetap, seperti pegawai negeri sipil, karyawan swasta, dokter, pengacara, dan akuntan.
  • Pekerjaan yang menghasilkan upah harian, seperti buruh bangunan, tukang becak, dan pedagang kaki lima.
  • Pekerjaan yang menghasilkan honorarium, seperti guru honorer, dosen honorer, dan penceramah.

Dasar Hukum Zakat Profesi

Zakat profesi merupakan salah satu jenis zakat yang wajib dikeluarkan oleh seorang muslim yang memiliki pekerjaan atau profesi tertentu dan memenuhi syarat-syarat tertentu. Kewajiban zakat profesi didasarkan pada ayat-ayat Al-Qur’an dan hadits-hadits Nabi Muhammad SAW.

Al-Qur’an

Dalam Al-Qur’an, kewajiban zakat profesi disebutkan dalam surat Al-Baqarah ayat 267, yang artinya:

“Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (di jalan Allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kamu. Dan janganlah kamu memilih yang buruk-buruk lalu kamu nafkahkan daripadanya, padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memejamkan mata (enggan).

Dan ketahuilah, bahwa Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji.”

Ayat ini menjelaskan bahwa seorang muslim wajib menafkahkan sebagian dari hasil usahanya di jalan Allah, termasuk zakat profesi. Hasil usaha yang dimaksud dalam ayat ini adalah hasil pekerjaan atau profesi yang dilakukan oleh seorang muslim.

Hadits

Kewajiban zakat profesi juga ditegaskan dalam hadits-hadits Nabi Muhammad SAW. Salah satunya adalah hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah, yang artinya:

“Rasulullah SAW bersabda: ‘Barangsiapa yang memiliki pekerjaan atau profesi, maka wajib baginya untuk mengeluarkan zakat dari hasil pekerjaannya tersebut.”

Hadits ini menjelaskan bahwa seorang muslim yang memiliki pekerjaan atau profesi wajib mengeluarkan zakat dari hasil pekerjaannya tersebut. Zakat profesi yang dikeluarkan harus sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan, yaitu sebesar 2,5% dari hasil pekerjaan atau profesi yang diterima.

Nisab Zakat Profesi

zakat profesi menghitung cara

Nisab zakat profesi adalah batas minimal pendapatan atau gaji yang wajib dizakatkan. Ketentuan nisab zakat profesi ini didasarkan pada pendapat ulama dan lembaga zakat.

Menurut sebagian besar ulama, nisab zakat profesi adalah setara dengan nisab zakat maal, yaitu senilai 85 gram emas murni atau setara dengan harga emas tersebut pada saat akan dikeluarkan zakat. Namun, ada juga pendapat ulama yang menetapkan nisab zakat profesi lebih rendah dari nisab zakat maal, yaitu setara dengan 52,5 gram emas murni atau setara dengan harga emas tersebut pada saat akan dikeluarkan zakat.

Contoh Perhitungan Nisab Zakat Profesi

Untuk menghitung nisab zakat profesi, dapat menggunakan rumus berikut:

Nisab Zakat Profesi = 85 gram emas murni x harga emas per gram

Sebagai contoh, jika harga emas per gram saat ini adalah Rp1.000.000, maka nisab zakat profesi adalah:

Nisab Zakat Profesi = 85 gram emas murni x Rp1.000.000 = Rp85.000.000

Artinya, jika gaji atau pendapatan per bulan seseorang telah mencapai Rp85.000.000 atau lebih, maka wajib membayar zakat profesi.

Tarif Zakat Profesi

Zakat profesi merupakan zakat yang dibayarkan atas penghasilan yang diperoleh dari pekerjaan atau profesi. Tarif zakat profesi yang harus dibayarkan adalah 2,5% dari penghasilan bruto per bulan.

Penghasilan bruto adalah penghasilan sebelum dipotong pajak dan biaya-biaya lainnya. Contohnya, jika gaji Anda per bulan adalah Rp10.000.000, maka penghasilan bruto Anda adalah Rp10.000.000.

Zakat profesi dibayarkan setiap bulan bersamaan dengan zakat penghasilan lainnya, seperti zakat perdagangan dan zakat pertanian.

Contoh Perhitungan Zakat Profesi

Jika gaji Anda per bulan adalah Rp10.000.000, maka zakat profesi yang harus Anda bayarkan setiap bulan adalah:

Zakat profesi = 2,5% x Rp10.000.000 = Rp250.000

Jadi, setiap bulan Anda harus membayar zakat profesi sebesar Rp250.000.

Waktu Menunaikan Zakat Profesi

Zakat profesi harus dibayarkan setiap bulan atau setiap tahun, tergantung pada jenis pekerjaan dan sumber penghasilan.

Bulan dan Tahun Pembayaran Zakat Profesi

  • Bulanan: Zakat profesi dibayarkan setiap bulan oleh karyawan atau pekerja yang menerima gaji atau upah tetap.
  • Tahunan: Zakat profesi dibayarkan setiap tahun oleh profesional, pengusaha, dan pekerja lepas yang tidak memiliki gaji atau upah tetap.

Tanggal Pembayaran Zakat Profesi

  • Bulanan: Zakat profesi dibayarkan pada tanggal yang sama setiap bulan, biasanya pada tanggal gajian.
  • Tahunan: Zakat profesi dibayarkan pada bulan Ramadhan atau sebelum Idul Fitri.

Cara Menghitung Zakat Profesi

Zakat profesi adalah zakat yang wajib dikeluarkan oleh seorang muslim yang bekerja dan memperoleh penghasilan dari pekerjaannya. Zakat profesi dihitung berdasarkan penghasilan bruto yang diterima selama satu tahun, dikurangi dengan biaya-biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh penghasilan tersebut. Besarnya zakat profesi yang harus dikeluarkan adalah 2,5% dari penghasilan neto.

Berikut adalah langkah-langkah menghitung zakat profesi:

Langkah-Langkah Menghitung Zakat Profesi

Langkah Penjelasan
1. Hitung penghasilan bruto Jumlahkan semua penghasilan yang diterima selama satu tahun, termasuk gaji, bonus, tunjangan, dan lain-lain.
2. Kurangi biaya-biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh penghasilan Kurangi penghasilan bruto dengan biaya-biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh penghasilan tersebut, seperti biaya transportasi, biaya makan, biaya sewa kantor, dan lain-lain.
3. Hitung penghasilan neto Penghasilan neto adalah penghasilan bruto dikurangi dengan biaya-biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh penghasilan tersebut.
4. Hitung zakat profesi Zakat profesi dihitung sebesar 2,5% dari penghasilan neto.
5. Bayarkan zakat profesi Zakat profesi dapat dibayarkan melalui lembaga amil zakat atau langsung kepada mustahik.

Penyaluran Zakat Profesi

cara menghitung zakat profesi terbaru

Zakat profesi merupakan kewajiban bagi setiap muslim yang memiliki penghasilan tetap atau profesi tertentu untuk menyisihkan sebagian dari penghasilannya untuk diberikan kepada pihak-pihak yang berhak.

Penyaluran zakat profesi dapat dilakukan secara langsung kepada pihak-pihak yang berhak atau melalui lembaga pengelola zakat.

Pihak-pihak yang Berhak Menerima Zakat Profesi

  • Fakir: Orang yang tidak memiliki harta dan tidak memiliki kemampuan untuk memenuhi kebutuhan pokok hidupnya.
  • Miskin: Orang yang memiliki harta tetapi tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan pokok hidupnya.
  • Amil: Orang yang bertugas mengumpulkan dan menyalurkan zakat.
  • Mualaf: Orang yang baru masuk Islam.
  • Riqab: Orang yang terlilit hutang dan tidak mampu membayarnya.
  • Gharimin: Orang yang terlilit hutang dan tidak mampu membayarnya.
  • Fisabilillah: Orang yang berjuang di jalan Allah, seperti pejuang, mujahidin, dan dai.
  • Ibnu Sabil: Orang yang sedang dalam perjalanan dan kehabisan bekal.

Cara Menyalurkan Zakat Profesi

  • Menyalurkan zakat profesi secara langsung kepada pihak-pihak yang berhak dapat dilakukan dengan cara:
    • Mencari tahu pihak-pihak yang berhak menerima zakat profesi di sekitar tempat tinggal Anda.
    • Menyisihkan sebagian dari penghasilan Anda untuk diberikan kepada pihak-pihak yang berhak.
    • Menyerahkan zakat profesi kepada pihak-pihak yang berhak secara langsung.
  • Menyalurkan zakat profesi melalui lembaga pengelola zakat dapat dilakukan dengan cara:
    • Mencari tahu lembaga pengelola zakat yang terpercaya di sekitar tempat tinggal Anda.
    • Menyisihkan sebagian dari penghasilan Anda untuk diberikan kepada lembaga pengelola zakat.
    • Menyerahkan zakat profesi kepada lembaga pengelola zakat secara langsung.

Hikmah Membayar Zakat Profesi

zakat menghitung terupdate contoh

Membayar zakat profesi tidak hanya mendatangkan pahala, tetapi juga memiliki hikmah atau manfaat bagi individu dan masyarakat. Berikut ini adalah beberapa hikmah membayar zakat profesi:

Menyucikan Harta

Zakat profesi merupakan salah satu cara untuk menyucikan harta yang diperoleh dari hasil pekerjaan atau profesi. Dengan membayar zakat profesi, seorang muslim telah membersihkan hartanya dari hak-hak orang lain, sehingga hartanya menjadi lebih berkah dan manfaat.

Menumbuhkan Sifat Peduli dan Solidaritas

Membayar zakat profesi dapat menumbuhkan sifat peduli dan solidaritas terhadap sesama. Dengan menyisihkan sebagian harta untuk diberikan kepada yang membutuhkan, seorang muslim telah menunjukkan kepeduliannya terhadap kesejahteraan orang lain.

Meringankan Beban Ekonomi Umat Islam

Zakat profesi dapat membantu meringankan beban ekonomi umat Islam yang kurang mampu. Dana zakat profesi dapat digunakan untuk berbagai kegiatan sosial, seperti membantu biaya pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Memperkuat Ukhuwah Islamiyah

Membayar zakat profesi dapat memperkuat ukhuwah Islamiyah atau persaudaraan sesama muslim. Dengan saling membantu dan berbagi melalui zakat profesi, umat Islam dapat menjalin hubungan yang lebih erat dan harmonis.

Menjaga Keseimbangan Sosial

Zakat profesi dapat membantu menjaga keseimbangan sosial dalam masyarakat. Dengan adanya zakat profesi, kesenjangan ekonomi antara kelompok kaya dan kelompok miskin dapat dikurangi, sehingga tercipta masyarakat yang lebih adil dan sejahtera.

Contoh Kasus Zakat Profesi

cara menghitung zakat profesi terbaru

Zakat profesi merupakan kewajiban yang harus dibayarkan oleh umat Islam yang bekerja dan memenuhi kriteria tertentu. Salah satu contoh kasus zakat profesi adalah sebagai berikut:

Data Diri Wajib Zakat

  • Nama: Ahmad
  • Usia: 30 tahun
  • Jenis Kelamin: Laki-laki
  • Pekerjaan: Dokter
  • Gaji Pokok: Rp10.000.000
  • Tunjangan Jabatan: Rp2.000.000
  • Tunjangan Kinerja: Rp1.000.000
  • Total Penghasilan: Rp13.000.000

Perhitungan Zakat Profesi

  • Nisab Zakat Profesi: Rp60.000.000
  • Tarif Zakat Profesi: 2,5%
  • Total Penghasilan Ahmad: Rp13.000.000
  • Zakat Profesi yang Harus Dibayarkan: (Rp13.000.000 x 2,5%) = Rp325.000

Berdasarkan perhitungan di atas, Ahmad wajib membayar zakat profesi sebesar Rp325.000. Zakat profesi ini dapat dibayarkan melalui lembaga amil zakat (LAZ) atau langsung kepada mustahik yang berhak menerima zakat.

Tanya Jawab Seputar Zakat Profesi

Zakat profesi merupakan salah satu jenis zakat yang wajib ditunaikan oleh setiap muslim yang memiliki pekerjaan dan penghasilan tetap. Zakat profesi memiliki beberapa ketentuan dan perhitungan khusus yang perlu dipahami.

Apa Saja Pertanyaan Umum Seputar Zakat Profesi?

Berikut beberapa pertanyaan umum seputar zakat profesi:

  • Apa yang dimaksud dengan zakat profesi?
  • Siapa saja yang wajib membayar zakat profesi?
  • Berapa nisab zakat profesi?
  • Bagaimana cara menghitung zakat profesi?
  • Kapan zakat profesi harus dibayarkan?
  • Bagaimana cara membayar zakat profesi?
  • Apa saja manfaat membayar zakat profesi?

Jawaban atas Pertanyaan Umum Seputar Zakat Profesi

  • Zakat profesi adalah zakat yang wajib dibayarkan oleh setiap muslim yang memiliki pekerjaan dan penghasilan tetap.
  • Setiap muslim yang memiliki pekerjaan dan penghasilan tetap wajib membayar zakat profesi.
  • Nisab zakat profesi adalah sebesar 85 gram emas murni atau setara dengan Rp. 1.147.500.000,- (kurs tahun 2023).
  • Cara menghitung zakat profesi adalah dengan mengalikan 2,5% dari penghasilan kotor per bulan dengan 12 bulan.
  • Zakat profesi harus dibayarkan setiap bulan atau setiap tahun.
  • Zakat profesi dapat dibayarkan melalui lembaga amil zakat atau langsung kepada mustahik.
  • Membayar zakat profesi memiliki banyak manfaat, di antaranya adalah membersihkan harta, menumbuhkan rasa syukur, dan membantu sesama.

Akhir Kata

cara menghitung zakat profesi terbaru

Demikian pembahasan mengenai cara menghitung zakat profesi sesuai dengan ketentuan syariat Islam. Semoga pemahaman yang diperoleh dari pembahasan ini dapat membantu para pembaca dalam menjalankan kewajiban zakat profesi dengan benar dan tepat waktu. Dengan menunaikan zakat profesi, kita telah berkontribusi dalam mewujudkan kesejahteraan dan keadilan sosial bagi seluruh umat manusia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *