cara menghitung thr karyawan terbaru

Pemberian Tunjangan Hari Raya (THR) kepada karyawan merupakan salah satu bentuk apresiasi dan penghargaan perusahaan terhadap kinerja karyawan selama setahun. Selain itu, THR juga menjadi hak karyawan yang wajib dipenuhi oleh perusahaan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia.

Dalam makalah ini, kita akan membahas secara mendalam tentang cara menghitung THR karyawan, termasuk dasar hukum, definisi, waktu pembayaran, faktor-faktor yang mempengaruhi perhitungan THR, serta ketentuan pembayaran THR untuk karyawan yang resign atau di-PHK. Semoga makalah ini dapat memberikan pemahaman yang komprehensif bagi para pembaca.

Pengantar

THR merupakan hak karyawan yang wajib dibayarkan oleh perusahaan menjelang hari raya keagamaan. Pembayaran THR ini diatur dalam peraturan perundang-undangan di Indonesia, yaitu Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 6 Tahun 2016 tentang Tunjangan Hari Raya Keagamaan bagi Pekerja/Buruh di Perusahaan.

Pembayaran THR ini sangat penting bagi karyawan, karena dapat digunakan untuk memenuhi berbagai kebutuhan menjelang hari raya, seperti membeli pakaian baru, makanan, dan kebutuhan lainnya. Selain itu, THR juga dapat digunakan untuk membayar utang atau biaya pendidikan anak.

Dasar Hukum THR Karyawan

Dasar hukum THR karyawan di Indonesia diatur dalam beberapa peraturan perundang-undangan, antara lain:

  • Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan
  • Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan
  • Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 6 Tahun 2016 tentang Tunjangan Hari Raya Keagamaan bagi Pekerja/Buruh di Perusahaan

Dalam peraturan perundang-undangan tersebut, diatur mengenai hak karyawan untuk mendapatkan THR, besaran THR yang harus dibayarkan, dan tata cara pembayaran THR.

Definisi THR

Tunjangan Hari Raya (THR) adalah pendapatan non-upah yang wajib dibayarkan oleh pengusaha kepada pekerja/buruh menjelang hari raya keagamaan. THR merupakan salah satu bentuk penghargaan yang diberikan oleh perusahaan kepada karyawannya atas kerja keras dan dedikasi mereka selama setahun terakhir.

Komponen-komponen yang termasuk dalam THR adalah:

  • Gaji pokok.
  • Tunjangan tetap.
  • Bonus.
  • Insentif.
  • Uang makan.
  • Uang transportasi.

Waktu Pembayaran THR

THR wajib dibayarkan kepada karyawan selambat-lambatnya 7 hari sebelum Hari Raya Idul Fitri. Pembayaran THR ini dapat dilakukan secara tunai atau melalui transfer bank. Jika THR tidak dibayarkan tepat waktu, maka perusahaan dapat dikenakan sanksi berupa denda.

Konsekuensi Jika THR Tidak Dibayarkan Tepat Waktu

  • Denda sebesar 5% dari total THR yang seharusnya dibayarkan untuk setiap hari keterlambatan.
  • Pemutusan hubungan kerja (PHK) bagi karyawan yang tidak menerima THR tepat waktu.
  • Perusahaan dapat dikenakan sanksi pidana berupa kurungan penjara selama 1 tahun dan/atau denda sebesar Rp100 juta.

Cara Menghitung THR Karyawan

THR atau Tunjangan Hari Raya merupakan hak pekerja/buruh yang wajib dibayarkan oleh perusahaan setiap tahun menjelang Hari Raya Keagamaan. Besarnya THR yang diterima oleh karyawan tergantung pada masa kerja dan gaji yang diterimanya. Berikut adalah cara menghitung THR karyawan:

Tabel Rumus Perhitungan THR Karyawan

Masa Kerja Rumus Perhitungan
0-1 tahun 1 bulan gaji
1-2 tahun 1,5 bulan gaji
2-3 tahun 2 bulan gaji
3 tahun ke atas 2 bulan gaji + 1/12 gaji untuk setiap tahun masa kerja setelah 3 tahun

Contoh Perhitungan THR Karyawan

Berikut adalah contoh perhitungan THR karyawan dengan masa kerja 1 tahun, 2 tahun, dan 3 tahun:

  • Karyawan dengan masa kerja 1 tahun:
  • THR yang diterima = 1 bulan gaji

  • Karyawan dengan masa kerja 2 tahun:
  • THR yang diterima = 1,5 bulan gaji

  • Karyawan dengan masa kerja 3 tahun:
  • THR yang diterima = 2 bulan gaji

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Perhitungan THR

cara menghitung thr karyawan

Perhitungan THR karyawan dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain:

Masa Kerja

Masa kerja karyawan merupakan salah satu faktor utama yang mempengaruhi perhitungan THR. Semakin lama masa kerja karyawan, semakin besar THR yang akan diterimanya. Hal ini karena masa kerja mencerminkan pengalaman dan dedikasi karyawan terhadap perusahaan.

Gaji Pokok

Gaji pokok karyawan juga menjadi faktor yang mempengaruhi perhitungan THR. Semakin tinggi gaji pokok karyawan, semakin besar THR yang akan diterimanya. Hal ini karena gaji pokok merupakan dasar perhitungan THR.

Kehadiran

Kehadiran karyawan juga dapat mempengaruhi perhitungan THR. Karyawan yang memiliki tingkat kehadiran yang tinggi akan menerima THR yang lebih besar dibandingkan dengan karyawan yang memiliki tingkat kehadiran yang rendah. Hal ini karena tingkat kehadiran mencerminkan kedisiplinan dan komitmen karyawan terhadap perusahaan.

Prestasi Kerja

Prestasi kerja karyawan juga dapat mempengaruhi perhitungan THR. Karyawan yang memiliki prestasi kerja yang baik akan menerima THR yang lebih besar dibandingkan dengan karyawan yang memiliki prestasi kerja yang buruk. Hal ini karena prestasi kerja mencerminkan kontribusi karyawan terhadap perusahaan.

Kebijakan Perusahaan

Kebijakan perusahaan juga dapat mempengaruhi perhitungan THR. Beberapa perusahaan memiliki kebijakan yang mengatur tentang perhitungan THR karyawan. Kebijakan ini dapat berupa ketentuan tentang masa kerja minimum yang diperlukan untuk menerima THR, besaran THR yang akan diterima karyawan, dan waktu pembayaran THR.

Pembayaran THR untuk Karyawan yang Resign

cara menghitung thr karyawan terbaru

Karyawan yang resign sebelum THR dibayarkan berhak mendapatkan THR secara proporsional sesuai dengan masa kerja mereka.

Perhitungan THR karyawan yang resign sebelum THR dibayarkan didasarkan pada masa kerja karyawan tersebut di perusahaan dan gaji terakhir yang diterima.

Masa Kerja Karyawan yang Resign

Masa kerja karyawan yang resign dihitung mulai dari tanggal karyawan tersebut mulai bekerja di perusahaan hingga tanggal karyawan tersebut mengajukan pengunduran diri.

Masa kerja karyawan yang resign tidak termasuk masa cuti yang diambil oleh karyawan tersebut.

Gaji Terakhir Karyawan yang Resign

Gaji terakhir karyawan yang resign adalah gaji pokok karyawan tersebut ditambah dengan tunjangan tetap yang diterima oleh karyawan tersebut.

Gaji terakhir karyawan yang resign tidak termasuk tunjangan tidak tetap yang diterima oleh karyawan tersebut.

Perhitungan THR Karyawan yang Resign

THR karyawan yang resign dihitung dengan rumus sebagai berikut:

THR = (Masa kerja karyawan yang resign / 12) x Gaji terakhir karyawan yang resign

Contoh perhitungan THR karyawan yang resign sebelum THR dibayarkan:

Seorang karyawan resign pada tanggal 31 Maret 2023 setelah bekerja selama 10 bulan di perusahaan tersebut.

Gaji terakhir karyawan tersebut adalah Rp 5.000.000,00.

THR yang diterima oleh karyawan tersebut adalah:

THR = (10 / 12) x Rp 5.000.000,00 = Rp 4.166.666,67

Pembayaran THR untuk Karyawan yang Di-PHK

Pembayaran THR untuk karyawan yang di-PHK diatur dalam Peraturan Menteri Ketenagakerjaan (Permenaker) Nomor 6 Tahun 2016 tentang THR Keagamaan bagi Pekerja/Buruh di Perusahaan. Menurut peraturan tersebut, karyawan yang di-PHK sebelum THR dibayarkan berhak atas THR secara proporsional.

Besaran THR yang dibayarkan kepada karyawan yang di-PHK sebelum THR dibayarkan dihitung berdasarkan masa kerja karyawan tersebut. Masa kerja karyawan dihitung mulai dari tanggal karyawan tersebut mulai bekerja hingga tanggal karyawan tersebut di-PHK.

Contoh Perhitungan THR Karyawan yang Di-PHK sebelum THR Dibayarkan

Seorang karyawan bernama Budi di-PHK pada tanggal 15 Mei 2023. Budi telah bekerja di perusahaan tersebut selama 1 tahun 6 bulan. Gaji pokok Budi sebesar Rp 5.000.000 per bulan.

Besaran THR yang berhak diterima Budi dihitung sebagai berikut:

  • Masa kerja Budi: 1 tahun 6 bulan = 18 bulan
  • Gaji pokok Budi: Rp 5.000.000 per bulan
  • THR Budi: 18 bulan x Rp 5.000.000 = Rp 90.000.000

Karena Budi di-PHK sebelum THR dibayarkan, maka THR yang diterima Budi dihitung secara proporsional. Perhitungan THR proporsional Budi adalah sebagai berikut:

  • Masa kerja Budi hingga tanggal 15 Mei 2023: 5 bulan
  • THR proporsional Budi: 5 bulan x Rp 5.000.000 = Rp 25.000.000

Jadi, THR yang diterima Budi sebesar Rp 25.000.000.

Sanksi bagi Perusahaan yang Tidak Membayar THR

Perusahaan yang tidak membayar THR karyawan dapat dikenakan sanksi berupa teguran tertulis, denda, hingga pencabutan izin usaha. Sanksi ini diberikan sebagai bentuk perlindungan terhadap hak-hak karyawan dan untuk memastikan bahwa perusahaan mematuhi peraturan ketenagakerjaan yang berlaku.

Cara Melaporkan Perusahaan yang Tidak Membayar THR

Jika Anda sebagai karyawan tidak menerima THR dari perusahaan, Anda dapat melaporkan perusahaan tersebut ke instansi terkait, seperti Dinas Ketenagakerjaan atau serikat pekerja. Berikut adalah langkah-langkah yang dapat Anda lakukan untuk melaporkan perusahaan yang tidak membayar THR:

  1. Kumpulkan bukti-bukti yang menunjukkan bahwa perusahaan tidak membayar THR, seperti slip gaji, surat keputusan pengangkatan, dan surat peringatan.
  2. Hubungi Dinas Ketenagakerjaan atau serikat pekerja untuk melaporkan perusahaan yang tidak membayar THR.
  3. Isi formulir pelaporan yang disediakan oleh Dinas Ketenagakerjaan atau serikat pekerja.
  4. Sertakan bukti-bukti yang telah Anda kumpulkan saat mengisi formulir pelaporan.
  5. Tunggu hasil pemeriksaan dari Dinas Ketenagakerjaan atau serikat pekerja.
  6. Jika perusahaan terbukti tidak membayar THR, maka perusahaan tersebut akan dikenakan sanksi sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Tips Menghidari Masalah dalam Pembayaran THR

THR merupakan hak pekerja yang wajib dibayarkan oleh perusahaan. Untuk menghindari masalah dalam pembayaran THR, perusahaan dapat mempersiapkan diri dengan baik.

Perhitungan THR yang Tepat

Perhitungan THR harus dilakukan dengan benar sesuai dengan ketentuan yang berlaku. THR dihitung berdasarkan gaji pokok dan tunjangannya, serta dibayarkan penuh kepada pekerja yang telah bekerja selama 1 tahun atau lebih.

Memiliki Dana Cadangan

Perusahaan perlu memiliki dana cadangan untuk membayar THR. Dana cadangan ini dapat diperoleh dari laba perusahaan atau dari sumber lainnya.

Menyiapkan Jadwal Pembayaran THR

Perusahaan perlu menyiapkan jadwal pembayaran THR yang jelas dan tepat waktu. Jadwal pembayaran THR ini harus dikomunikasikan kepada pekerja agar mereka mengetahui kapan THR akan dibayarkan.

Menyiapkan Sistem Pembayaran THR

Perusahaan perlu menyiapkan sistem pembayaran THR yang efektif dan efisien. Sistem pembayaran THR ini harus dapat menjamin bahwa THR dibayarkan tepat waktu dan kepada pekerja yang berhak.

Komunikasi yang Baik dengan Pekerja

Perusahaan perlu melakukan komunikasi yang baik dengan pekerja mengenai THR. Komunikasi ini penting untuk menghindari kesalahpahaman dan masalah dalam pembayaran THR.

Kesimpulan

cara menghitung thr karyawan terbaru

Perhitungan THR karyawan merupakan kewajiban bagi perusahaan yang telah mempekerjakan karyawannya selama minimal 1 bulan. THR wajib dibayarkan tepat waktu, yaitu 7 hari sebelum hari raya keagamaan. Perusahaan yang tidak membayarkan THR tepat waktu akan dikenakan sanksi sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Pentingnya Menghitung THR Karyawan dengan Benar dan Tepat Waktu

Perhitungan THR karyawan yang benar dan tepat waktu memiliki beberapa manfaat, antara lain:

  • Meningkatkan motivasi dan produktivitas karyawan.
  • Membangun hubungan baik antara perusahaan dan karyawan.
  • Mencegah timbulnya permasalahan hukum antara perusahaan dan karyawan.

Ringkasan Terakhir

Dengan memahami cara menghitung THR karyawan dengan benar dan tepat waktu, perusahaan dapat terhindar dari masalah hukum dan sanksi yang dapat merugikan perusahaan. Selain itu, perusahaan juga dapat menjaga hubungan baik dengan karyawan dan meningkatkan motivasi kerja karyawan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *