cara menghitung pendapatan perkapita

Pendapatan per kapita merupakan salah satu indikator ekonomi terpenting yang mengukur tingkat kesejahteraan suatu negara. Dengan memahami cara menghitung pendapatan per kapita, kita dapat memperoleh wawasan mendalam tentang kekuatan dan kelemahan ekonomi suatu negara serta merumuskan kebijakan yang tepat untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Dalam makalah ini, kita akan menguraikan rumus untuk menghitung pendapatan per kapita, mengidentifikasi berbagai sumber data yang dapat digunakan, serta mengeksplorasi faktor-faktor yang memengaruhi pendapatan per kapita. Selain itu, kita juga akan membandingkan pendapatan per kapita dengan PDB dan membahas keterbatasan pendapatan per kapita sebagai indikator kesejahteraan.

Pengertian Pendapatan Per Kapita

cara menghitung pendapatan perkapita terbaru

Pendapatan per kapita merupakan indikator ekonomi yang mengukur pendapatan rata-rata per orang dalam suatu wilayah atau negara selama periode tertentu, biasanya satu tahun. Pendapatan per kapita dihitung dengan membagi total pendapatan suatu wilayah atau negara dengan jumlah penduduknya.

Tujuan utama menghitung pendapatan per kapita adalah untuk membandingkan tingkat kesejahteraan ekonomi suatu wilayah atau negara dengan wilayah atau negara lain. Pendapatan per kapita juga digunakan untuk mengukur kesenjangan ekonomi dalam suatu wilayah atau negara.

Manfaat Menghitung Pendapatan Per Kapita

  • Mengukur tingkat kesejahteraan ekonomi suatu wilayah atau negara.
  • Membandingkan tingkat kesejahteraan ekonomi suatu wilayah atau negara dengan wilayah atau negara lain.
  • Mengukur kesenjangan ekonomi dalam suatu wilayah atau negara.
  • Membuat kebijakan ekonomi yang tepat untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi suatu wilayah atau negara.
  • Memantau kinerja perekonomian suatu wilayah atau negara.

Pendapatan Per Kapita

cara menghitung pendapatan perkapita terbaru

Pendapatan per kapita adalah rata-rata pendapatan yang dihasilkan oleh setiap orang dalam satu periode tertentu, biasanya satu tahun. Ini merupakan indikator penting untuk mengukur kesejahteraan dan pembangunan manusia.

Pendapatan per kapita dapat diukur menggunakan rumus:

$PD=PND/J$

di mana:

  • PD = pendapatan per kapita
  • PND = pendapatan nasional domestik
  • J = Jumlah Penduduk

Pendapatan nasional domestik adalah total pendapatan yang dihasilkan oleh seluruh faktor produksi di dalam negeri, baik milik warga negara Indonesia atau warga negara lainnya, yang tinggal di dalam negeri atau di luar negeri.

Jumlah Penduduk adalah total keseluruhan dari segenap orang yang bertempat tinggal di negara Indonesia.

Sumber Data untuk Menghitung Pendapatan Per Kapita

cara menghitung pendapatan perkapita

Pendapatan per kapita merupakan indikator penting untuk mengukur tingkat kesejahteraan ekonomi suatu negara. Untuk menghitung pendapatan per kapita, diperlukan data yang akurat dan terkini. Berbagai sumber data dapat digunakan untuk menghitung pendapatan per kapita, masing-masing dengan kelebihan dan kekurangannya sendiri.

Pendapatan Nasional Bruto (PNB)

Pendapatan Nasional Bruto (PNB) adalah nilai total barang dan jasa yang diproduksi dalam suatu negara dalam satu tahun, dikurangi dengan biaya produksi. PNB dapat dihitung dengan tiga cara, yaitu:

  1. Metode pengeluaran: dengan menjumlahkan seluruh pengeluaran yang dilakukan oleh rumah tangga, perusahaan, dan pemerintah.
  2. Metode pendapatan: dengan menjumlahkan seluruh pendapatan yang diterima oleh faktor-faktor produksi, seperti upah, sewa, bunga, dan laba.
  3. Metode produksi: dengan menjumlahkan nilai tambah yang diciptakan oleh setiap sektor ekonomi.

PNB merupakan sumber data yang umum digunakan untuk menghitung pendapatan per kapita. Namun, PNB memiliki beberapa kekurangan, antara lain:

  • PNB tidak memperhitungkan pendapatan yang diterima oleh warga negara yang bekerja di luar negeri.
  • PNB tidak memperhitungkan pendapatan yang diterima oleh perusahaan asing yang beroperasi di dalam negeri.
  • PNB tidak memperhitungkan pendapatan yang diterima oleh pemerintah dari sumber-sumber non-pajak.

Produk Domestik Bruto (PDB)

Produk Domestik Bruto (PDB) adalah nilai total barang dan jasa yang diproduksi di dalam suatu negara dalam satu tahun, tanpa memperhitungkan biaya produksi. PDB dapat dihitung dengan tiga cara yang sama seperti PNB.

PDB merupakan sumber data yang umum digunakan untuk menghitung pendapatan per kapita. Namun, PDB memiliki beberapa kekurangan, antara lain:

  • PDB tidak memperhitungkan pendapatan yang diterima oleh warga negara yang bekerja di luar negeri.
  • PDB tidak memperhitungkan pendapatan yang diterima oleh perusahaan asing yang beroperasi di dalam negeri.
  • PDB tidak memperhitungkan pendapatan yang diterima oleh pemerintah dari sumber-sumber non-pajak.

Pendapatan Per Kapita

Pendapatan per kapita adalah pendapatan rata-rata yang diterima oleh setiap penduduk suatu negara dalam satu tahun. Pendapatan per kapita dapat dihitung dengan membagi PNB atau PDB dengan jumlah penduduk.

Pendapatan per kapita merupakan indikator penting untuk mengukur tingkat kesejahteraan ekonomi suatu negara. Namun, pendapatan per kapita memiliki beberapa kekurangan, antara lain:

  • Pendapatan per kapita tidak memperhitungkan distribusi pendapatan yang tidak merata.
  • Pendapatan per kapita tidak memperhitungkan biaya hidup yang berbeda-beda di setiap daerah.
  • Pendapatan per kapita tidak memperhitungkan kualitas hidup yang berbeda-beda di setiap negara.

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pendapatan Per Kapita

cara menghitung pendapatan perkapita

Pendapatan per kapita merupakan indikator penting untuk mengukur tingkat kesejahteraan ekonomi suatu negara. Ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi pendapatan per kapita, baik secara positif maupun negatif. Berikut ini adalah beberapa faktor tersebut:

Sumber Daya Alam

Sumber daya alam merupakan faktor penting yang mempengaruhi pendapatan per kapita. Negara-negara yang memiliki sumber daya alam yang melimpah, seperti minyak bumi, gas alam, mineral, dan hasil hutan, cenderung memiliki pendapatan per kapita yang lebih tinggi. Hal ini disebabkan karena sumber daya alam tersebut dapat diekspor dan menghasilkan pendapatan bagi negara.

Tenaga Kerja

Kualitas dan kuantitas tenaga kerja juga mempengaruhi pendapatan per kapita. Negara-negara dengan tenaga kerja yang terampil dan berpendidikan tinggi cenderung memiliki pendapatan per kapita yang lebih tinggi. Hal ini disebabkan karena tenaga kerja yang terampil dan berpendidikan tinggi dapat menghasilkan produk dan jasa yang lebih bernilai tambah, sehingga meningkatkan pendapatan negara.

Modal

Modal merupakan faktor produksi yang penting untuk meningkatkan pendapatan per kapita. Negara-negara yang memiliki modal yang cukup, seperti mesin, peralatan, dan bangunan, cenderung memiliki pendapatan per kapita yang lebih tinggi. Hal ini disebabkan karena modal dapat digunakan untuk meningkatkan produktivitas tenaga kerja dan menghasilkan lebih banyak output.

Teknologi

Teknologi merupakan faktor penting yang dapat meningkatkan pendapatan per kapita. Negara-negara yang memiliki teknologi yang maju cenderung memiliki pendapatan per kapita yang lebih tinggi. Hal ini disebabkan karena teknologi dapat meningkatkan produktivitas tenaga kerja dan menghasilkan lebih banyak output.

Kebijakan Pemerintah

Kebijakan pemerintah juga dapat mempengaruhi pendapatan per kapita. Kebijakan pemerintah yang mendorong investasi, perdagangan, dan pendidikan cenderung meningkatkan pendapatan per kapita. Sebaliknya, kebijakan pemerintah yang menghambat investasi, perdagangan, dan pendidikan cenderung menurunkan pendapatan per kapita.

Perbedaan antara PDB dan Pendapatan Per Kapita

Produk Domestik Bruto (PDB) dan pendapatan per kapita adalah dua indikator ekonomi penting yang digunakan untuk mengukur kinerja ekonomi suatu negara. Keduanya memiliki perbedaan yang signifikan dalam hal cakupan, metode perhitungan, dan implikasi kebijakan.

PDB adalah nilai total barang dan jasa yang diproduksi dalam suatu negara selama periode waktu tertentu, biasanya satu tahun. PDB mengukur output ekonomi secara keseluruhan, tanpa memperhitungkan distribusi pendapatan di antara penduduk. Sementara itu, pendapatan per kapita adalah pendapatan rata-rata yang diterima oleh setiap individu dalam suatu negara selama periode waktu tertentu.

Pendapatan per kapita diperoleh dengan membagi PDB dengan jumlah penduduk.

Keterkaitan antara PDB dan Pendapatan Per Kapita

PDB dan pendapatan per kapita memiliki keterkaitan yang erat. PDB yang tinggi umumnya akan menghasilkan pendapatan per kapita yang tinggi pula. Namun, tidak selalu demikian. Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan PDB tinggi tetapi pendapatan per kapita rendah, seperti kesenjangan pendapatan yang tinggi atau jumlah penduduk yang besar.

Kesenjangan pendapatan yang tinggi dapat terjadi ketika sebagian kecil penduduk menguasai sebagian besar pendapatan nasional. Hal ini dapat menyebabkan PDB tinggi, tetapi pendapatan per kapita rendah bagi sebagian besar penduduk. Jumlah penduduk yang besar juga dapat menyebabkan PDB tinggi tetapi pendapatan per kapita rendah.

Hal ini karena PDB dibagi di antara lebih banyak orang, sehingga pendapatan per kapita menjadi lebih rendah.

Sebaliknya, PDB yang rendah juga dapat menyebabkan pendapatan per kapita yang rendah. Hal ini karena PDB yang rendah berarti jumlah barang dan jasa yang diproduksi dalam suatu negara rendah, sehingga pendapatan yang dihasilkan juga rendah. Namun, dalam beberapa kasus, PDB yang rendah dapat diimbangi dengan jumlah penduduk yang kecil, sehingga pendapatan per kapita tetap tinggi.

Kesimpulannya, PDB dan pendapatan per kapita adalah dua indikator ekonomi penting yang memiliki keterkaitan erat. PDB mengukur output ekonomi secara keseluruhan, sedangkan pendapatan per kapita mengukur pendapatan rata-rata yang diterima oleh setiap individu. Keduanya dapat digunakan untuk menilai kinerja ekonomi suatu negara, tetapi penting untuk mempertimbangkan faktor-faktor yang dapat mempengaruhi hubungan antara keduanya.

Cara Meningkatkan Pendapatan Per Kapita

Pendapatan per kapita merupakan salah satu indikator penting untuk mengukur kesejahteraan ekonomi suatu negara. Semakin tinggi pendapatan per kapita, semakin tinggi pula tingkat kesejahteraan ekonomi masyarakat di negara tersebut. Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan pendapatan per kapita, di antaranya:

Meningkatkan Produktivitas Tenaga Kerja

Produktivitas tenaga kerja merupakan salah satu faktor penentu utama pendapatan per kapita. Semakin tinggi produktivitas tenaga kerja, semakin tinggi pula pendapatan per kapita. Ada beberapa cara untuk meningkatkan produktivitas tenaga kerja, di antaranya:

  • Meningkatkan keterampilan dan pendidikan tenaga kerja.
  • Meningkatkan penggunaan teknologi dalam proses produksi.
  • Meningkatkan efisiensi penggunaan sumber daya.

Meningkatkan Investasi

Investasi merupakan salah satu faktor penting untuk meningkatkan pendapatan per kapita. Investasi dapat meningkatkan kapasitas produksi suatu negara, sehingga dapat meningkatkan output dan pendapatan nasional. Ada beberapa cara untuk meningkatkan investasi, di antaranya:

  • Menciptakan iklim investasi yang kondusif.
  • Memberikan insentif kepada investor.
  • Meningkatkan akses terhadap pembiayaan investasi.

Meningkatkan Ekspor

Ekspor merupakan salah satu sumber pendapatan nasional yang penting. Semakin tinggi ekspor, semakin tinggi pula pendapatan nasional dan pendapatan per kapita. Ada beberapa cara untuk meningkatkan ekspor, di antaranya:

  • Meningkatkan daya saing produk ekspor.
  • Membuka akses pasar baru.
  • Memberikan insentif kepada eksportir.

Mengurangi Kesenjangan Ekonomi

Kesenjangan ekonomi merupakan salah satu faktor yang dapat menghambat peningkatan pendapatan per kapita. Semakin tinggi kesenjangan ekonomi, semakin rendah pendapatan per kapita. Ada beberapa cara untuk mengurangi kesenjangan ekonomi, di antaranya:

  • Meningkatkan akses terhadap pendidikan dan layanan kesehatan.
  • Meningkatkan perlindungan sosial bagi masyarakat miskin dan rentan.
  • Menerapkan kebijakan fiskal dan moneter yang pro-pertumbuhan dan pro-keadilan.

Contoh Negara yang Berhasil Meningkatkan Pendapatan per Kapita

Ada beberapa negara yang telah berhasil meningkatkan pendapatan per kapitanya secara signifikan dalam beberapa dekade terakhir. Beberapa contoh negara tersebut antara lain:

  • Tiongkok
  • India
  • Indonesia
  • Vietnam
  • Thailand

Keberhasilan negara-negara tersebut dalam meningkatkan pendapatan per kapita dapat menjadi inspirasi bagi negara-negara lain yang sedang berupaya untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakatnya.

Keterbatasan Pendapatan Per Kapita sebagai Indikator Kesejahteraan

cara menghitung pendapatan perkapita

Pendapatan per kapita merupakan salah satu indikator yang sering digunakan untuk mengukur tingkat kesejahteraan suatu negara. Namun, pendapatan per kapita memiliki beberapa keterbatasan sebagai indikator kesejahteraan.

Salah satu keterbatasan pendapatan per kapita adalah bahwa pendapatan per kapita tidak memperhitungkan distribusi pendapatan. Dengan kata lain, pendapatan per kapita tidak menunjukkan bagaimana pendapatan didistribusikan di antara penduduk suatu negara. Bisa jadi, pendapatan per kapita suatu negara tinggi, tetapi sebagian besar penduduknya hidup dalam kemiskinan.

Keterbatasan lainnya dari pendapatan per kapita adalah bahwa pendapatan per kapita tidak memperhitungkan faktor-faktor non-ekonomi yang mempengaruhi kesejahteraan. Misalnya, pendapatan per kapita tidak memperhitungkan kualitas lingkungan, tingkat kesehatan, atau tingkat pendidikan. Padahal, faktor-faktor non-ekonomi ini juga mempengaruhi kesejahteraan penduduk suatu negara.

Indikator-Indikator Lain yang Dapat Digunakan untuk Mengukur Kesejahteraan

Selain pendapatan per kapita, ada beberapa indikator lain yang dapat digunakan untuk mengukur kesejahteraan. Indikator-indikator tersebut antara lain:

  • Indeks Pembangunan Manusia (IPM): IPM merupakan indikator yang dikembangkan oleh Program Pembangunan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNDP). IPM mengukur kesejahteraan penduduk suatu negara berdasarkan tiga dimensi, yaitu kesehatan, pendidikan, dan pendapatan.
  • Indeks Kebahagiaan Dunia (WHI): WHI merupakan indikator yang dikembangkan oleh New Economics Foundation. WHI mengukur tingkat kebahagiaan penduduk suatu negara berdasarkan enam dimensi, yaitu pendapatan, kesehatan, kebebasan, hubungan sosial, keamanan, dan kepercayaan.
  • Indeks Kemakmuran Berkelanjutan (SPI): SPI merupakan indikator yang dikembangkan oleh World Wildlife Fund (WWF). SPI mengukur tingkat kemakmuran suatu negara berdasarkan tiga dimensi, yaitu lingkungan, sosial, dan ekonomi.

Indikator-indikator tersebut dapat digunakan untuk melengkapi pendapatan per kapita dalam mengukur kesejahteraan suatu negara. Dengan menggunakan indikator-indikator tersebut, kita dapat memperoleh gambaran yang lebih lengkap tentang kesejahteraan penduduk suatu negara.

Tren Pendapatan Per Kapita Global

Pendapatan per kapita global telah mengalami peningkatan yang signifikan selama beberapa dekade terakhir. Tren ini didorong oleh berbagai faktor, termasuk pertumbuhan ekonomi, peningkatan produktivitas, dan globalisasi.

Grafik berikut menunjukkan tren pendapatan per kapita global selama beberapa dekade terakhir:

  • Pada tahun 1960, pendapatan per kapita global adalah sekitar $1.000.
  • Pada tahun 1980, pendapatan per kapita global telah meningkat menjadi sekitar $3.000.
  • Pada tahun 2000, pendapatan per kapita global telah meningkat menjadi sekitar $10.000.
  • Pada tahun 2020, pendapatan per kapita global diperkirakan mencapai sekitar $15.000.

Faktor-faktor yang mendorong tren peningkatan pendapatan per kapita global meliputi:

  • Pertumbuhan ekonomi: Peningkatan output ekonomi per kapita telah menjadi pendorong utama pertumbuhan pendapatan per kapita global.
  • Peningkatan produktivitas: Peningkatan produktivitas tenaga kerja telah memungkinkan peningkatan output ekonomi per kapita.
  • Globalisasi: Globalisasi telah memungkinkan negara-negara untuk mengakses pasar global yang lebih luas, yang telah mendorong pertumbuhan ekonomi dan pendapatan per kapita.

Perbandingan Pendapaatan Per Kapita Negara

cara menghitung pendapatan perkapita

Pendapatan per kapita adalah salah satu indikator penting yang digunakan untuk mengukur kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat. Perbandingan pendapatan per kapita antar negara menunjukkan variasi yang signifikan, dengan beberapa negara memiliki pendapatan per kapita yang tinggi sementara yang lain rendah. Perbedaan ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti:

  • Perbedaan tingkat produktivitas: Negara-negara dengan tingkat produktivitas yang tinggi biasanya memiliki pendapatan per kapita yang tinggi. Hal ini karena produktivitas yang tinggi menghasilkan lebih banyak barang dan layanan, yang pada gilirannya menghasilkan pendapatan yang lebih tinggi.
  • Perbedaan tingkat investasi: Negara-negara yang berinvestasi tinggi pada infrastruktur, modal manusia, dan teknologi biasanya memiliki pendapatan per kapita yang tinggi. Hal ini karena investasi tersebut akan mendorong tingkat produktivitas dan pada gilirannya menghasilkan pendapatan yang lebih tinggi.
  • Perbedaan tingkat korupsi: Negara-negara dengan tingkat korupsi yang rendah biasanya memiliki pendapatan per kapita yang tinggi. Hal ini karena korupsi yang tinggi akan menghambat produktivitas dan pada gilirannya menghasilkan pendapatan yang lebih rendah.
  • Perbedaan tingkat eksplorasi: Negara-negara dengan tingkat eksplorasi yang tinggi biasanya memiliki pendapatan per kapita yang tinggi. Hal ini karena eksplorasi yang tinggi akan menghasilkan lebih banyak barang dan layanan, yang pada gilirannya menghasilkan pendapatan yang lebih tinggi.
  • Perbedaan tingkat pembangunan infrastruktur: Negara-negara dengan tingkat pembangunan infrastruktur yang tinggi biasanya memiliki pendapatan per kapita yang tinggi. Hal ini karena infrastruktur yang baik akan mendorong tingkat produktivitas dan pada gilirannya menghasilkan pendapatan yang lebih tinggi.

Perbandingan pendapatan per kapita antar negara juga dapat dipengaru oleh faktor-fator global, seperti:

  • Perdagangan internasional: Perdagangan internasional dapat mendorong tingkat produktivitas dan pada gilirannya menghasilkan pendapatan yang lebih tinggi.
  • Pergerakan modal: Pergerakan modal dapat mendorong investasi dan pada gilirannya menghasilkan pendapatan yang lebih tinggi.
  • Pergerakan teknologi: Pergerakan teknologi dapat mendorong tingkat produktivitas dan pada gilirannya menghasilkan pendapatan yang lebih tinggi.

Prospek Pendapatan Per Kapita di Masa Depan

Prospek pendapatan per kapita global di masa depan tampak cerah, dengan perkiraan peningkatan yang signifikan dalam beberapa dekade mendatang. Faktor-faktor seperti pertumbuhan ekonomi, kemajuan teknologi, dan peningkatan perdagangan internasional diperkirakan akan berkontribusi terhadap peningkatan pendapatan per kapita.

Menurut laporan Bank Dunia, pendapatan per kapita global diperkirakan akan meningkat sebesar 2,6% per tahun dari 2020 hingga 2030. Pertumbuhan ini akan didorong oleh pertumbuhan ekonomi yang kuat di negara-negara berkembang, khususnya di Asia dan Afrika. Negara-negara berkembang ini diperkirakan akan mengalami peningkatan pendapatan per kapita sebesar 4,5% per tahun, sementara negara-negara maju diperkirakan akan mengalami peningkatan sebesar 1,8% per tahun.

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Proyeksi Pendapatan Per Kapita

Ada sejumlah faktor yang dapat mempengaruhi proyeksi pendapatan per kapita global di masa depan, termasuk:

  • Pertumbuhan Ekonomi: Pertumbuhan ekonomi yang kuat adalah pendorong utama peningkatan pendapatan per kapita. Ketika ekonomi tumbuh, permintaan akan tenaga kerja dan barang meningkat, yang mengarah pada peningkatan upah dan keuntungan bagi bisnis.
  • Kemajuan Teknologi: Kemajuan teknologi dapat meningkatkan produktivitas dan efisiensi, yang mengarah pada peningkatan pendapatan per kapita. Misalnya, teknologi baru dapat memungkinkan pekerja untuk memproduksi lebih banyak barang dan jasa dalam waktu yang lebih singkat, yang dapat meningkatkan upah dan keuntungan.
  • Peningkatan Perdagangan Internasional: Peningkatan perdagangan internasional dapat meningkatkan pendapatan per kapita dengan memungkinkan negara-negara untuk mengkhususkan diri dalam produksi barang dan jasa yang mereka miliki keunggulan komparatif. Hal ini dapat mengarah pada peningkatan ekspor dan peningkatan pendapatan bagi negara-negara yang terlibat dalam perdagangan internasional.
  • Investasi dalam Pendidikan dan Kesehatan: Investasi dalam pendidikan dan kesehatan dapat meningkatkan pendapatan per kapita dengan meningkatkan keterampilan dan kesehatan tenaga kerja. Tenaga kerja yang lebih terampil dan sehat lebih produktif, yang dapat mengarah pada peningkatan upah dan keuntungan.
  • Stabilitas Politik dan Sosial: Stabilitas politik dan sosial dapat menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pertumbuhan ekonomi dan peningkatan pendapatan per kapita. Ketidakstabilan politik dan sosial dapat menghambat pertumbuhan ekonomi dan mengurangi pendapatan per kapita.

Ringkasan Penutup

Kesimpulannya, pendapatan per kapita merupakan indikator ekonomi yang sangat penting untuk mengukur kesejahteraan suatu negara. Dengan memahami cara menghitung pendapatan per kapita, kita dapat memperoleh wawasan mendalam tentang kekuatan dan kelemahan ekonomi suatu negara serta merumuskan kebijakan yang tepat untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Namun, penting untuk dicatat bahwa pendapatan per kapita memiliki keterbatasan sebagai indikator kesejahteraan. Oleh karena itu, perlu digunakan indikator lain seperti indeks pembangunan manusia dan indeks kebahagiaan untuk mendapatkan gambaran yang lebih lengkap tentang kesejahteraan suatu negara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *