cara menghitung modal dan harga jual terbaru

Dalam dunia bisnis, memahami konsep modal dan harga jual merupakan kunci utama keberhasilan. Modal adalah faktor penting yang memungkinkan suatu bisnis beroperasi dan berkembang, sedangkan harga jual menentukan tingkat pendapatan yang akan diperoleh.

Makalah ini akan menguraikan secara rinci tentang pengertian modal dan harga jual dalam bisnis, komponen-komponen modal, cara menghitung modal dan harga jual, serta berbagai faktor yang mempengaruhinya. Selain itu, makalah ini juga akan membahas tentang titik impas, strategi penetapan harga, serta dampak harga jual terhadap laba dan permintaan pasar.

Pengertian Modal dan Harga Jual

Dalam dunia bisnis, modal dan harga jual merupakan dua hal yang sangat penting untuk dipahami dan dihitung dengan tepat. Modal adalah jumlah uang yang digunakan untuk memulai dan menjalankan bisnis, sedangkan harga jual adalah harga yang ditetapkan untuk menjual produk atau jasa yang ditawarkan oleh bisnis tersebut.

Pengertian Modal

Modal dalam bisnis dapat didefinisikan sebagai jumlah uang atau aset yang digunakan untuk memulai dan menjalankan suatu usaha. Modal dapat berasal dari berbagai sumber, seperti pemilik bisnis sendiri, pinjaman bank, atau investor. Modal digunakan untuk membiayai berbagai kegiatan bisnis, seperti pembelian aset, biaya produksi, biaya pemasaran, dan biaya operasional lainnya.

Pengertian Harga Jual

Harga jual dalam bisnis dapat didefinisikan sebagai harga yang ditetapkan untuk menjual produk atau jasa yang ditawarkan oleh bisnis tersebut. Harga jual harus ditetapkan dengan tepat agar dapat menutupi biaya produksi, biaya pemasaran, dan biaya operasional lainnya, serta memberikan keuntungan bagi bisnis.

Harga jual juga harus mempertimbangkan harga yang ditetapkan oleh pesaing dan permintaan pasar.

Komponen Modal

cara menghitung modal dan harga jual terbaru

Dalam bisnis, modal merupakan faktor penting yang dibutuhkan untuk menjalankan kegiatan usaha. Modal dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu modal tetap dan modal kerja.

Modal tetap adalah aset yang digunakan dalam jangka panjang dan tidak dapat dengan mudah diubah menjadi uang tunai. Contoh modal tetap antara lain tanah, bangunan, mesin, dan peralatan.

Modal kerja adalah aset yang digunakan dalam jangka pendek dan dapat dengan mudah diubah menjadi uang tunai. Contoh modal kerja antara lain persediaan, piutang, dan kas.

Komponen Modal Tetap

  • Tanah: Tanah merupakan aset yang tidak dapat dipindahkan dan digunakan untuk membangun gedung atau fasilitas lainnya.
  • Bangunan: Bangunan merupakan aset yang dibangun di atas tanah dan digunakan untuk kegiatan bisnis.
  • Mesin: Mesin merupakan aset yang digunakan untuk memproduksi barang atau jasa.
  • Peralatan: Peralatan merupakan aset yang digunakan untuk mendukung kegiatan bisnis, seperti komputer, meja, dan kursi.

Komponen Modal Kerja

  • Persediaan: Persediaan adalah barang yang disimpan untuk dijual atau digunakan dalam proses produksi.
  • Piutang: Piutang adalah uang yang harus dibayar oleh pelanggan kepada bisnis.
  • Kas: Kas adalah uang tunai yang dimiliki oleh bisnis.

Cara Menghitung Modal

cara menghitung modal dan harga jual terbaru

Modal merupakan faktor penting dalam memulai dan menjalankan bisnis. Modal dapat berupa uang, aset, atau sumber daya lain yang digunakan untuk membiayai operasi bisnis. Sebelum memulai bisnis, penting untuk menghitung modal yang dibutuhkan dengan tepat agar bisnis dapat berjalan lancar dan mencapai tujuan yang diinginkan.

Rumus Menghitung Modal Awal Bisnis

Modal awal bisnis dapat dihitung menggunakan rumus berikut:

Modal Awal = Biaya Tetap + Biaya Variabel + Biaya Tak Terduga

Keterangan:

  • Biaya Tetap: Biaya yang dikeluarkan secara rutin dan tidak tergantung pada tingkat produksi atau penjualan, seperti sewa tempat, gaji karyawan, dan biaya utilitas.
  • Biaya Variabel: Biaya yang dikeluarkan sesuai dengan tingkat produksi atau penjualan, seperti biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung, dan biaya pemasaran.
  • Biaya Tak Terduga: Biaya yang dikeluarkan secara tiba-tiba dan tidak dapat diprediksi sebelumnya, seperti biaya perbaikan mesin atau biaya pemasaran tambahan.

Contoh Perhitungan Modal Awal Bisnis

Sebagai contoh, seorang pengusaha ingin memulai bisnis kuliner dengan membuka restoran kecil. Biaya tetap yang harus dikeluarkan meliputi sewa tempat sebesar Rp10 juta per bulan, gaji karyawan sebesar Rp5 juta per bulan, dan biaya utilitas sebesar Rp2 juta per bulan.

Biaya variabel yang harus dikeluarkan meliputi biaya bahan baku sebesar Rp10 juta per bulan, biaya tenaga kerja langsung sebesar Rp5 juta per bulan, dan biaya pemasaran sebesar Rp2 juta per bulan. Biaya tak terduga yang mungkin dikeluarkan meliputi biaya perbaikan peralatan dapur sebesar Rp5 juta dan biaya pemasaran tambahan sebesar Rp2 juta.

Berdasarkan rumus di atas, modal awal yang dibutuhkan untuk memulai bisnis kuliner tersebut adalah:

Modal Awal = Rp10 juta + Rp5 juta + Rp2 juta + Rp10 juta + Rp5 juta + Rp2 juta + Rp5 juta + Rp2 juta = Rp41 juta

Dengan demikian, pengusaha tersebut harus menyiapkan modal awal sebesar Rp41 juta untuk memulai bisnis kulinernya.

Faktor yang Mempengaruhi Harga Jual

cara menghitung modal dan harga jual

Harga jual merupakan salah satu aspek penting dalam menentukan keberhasilan suatu bisnis. Penetapan harga jual yang tepat dapat mempengaruhi permintaan konsumen dan profitabilitas perusahaan. Dalam menentukan harga jual, ada beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan, antara lain:

Biaya Produksi

Biaya produksi merupakan salah satu faktor utama yang mempengaruhi harga jual. Biaya produksi meliputi biaya bahan baku, biaya tenaga kerja, dan biaya overhead. Semakin tinggi biaya produksi, maka semakin tinggi pula harga jual yang ditetapkan.

Harga Pasar

Harga pasar merupakan faktor eksternal yang dapat mempengaruhi harga jual. Harga pasar ditentukan oleh permintaan dan penawaran. Jika permintaan tinggi dan penawaran rendah, maka harga pasar akan cenderung naik. Sebaliknya, jika permintaan rendah dan penawaran tinggi, maka harga pasar akan cenderung turun.

Harga Kompetitor

Harga kompetitor juga dapat mempengaruhi harga jual. Jika harga kompetitor lebih rendah, maka perusahaan harus menurunkan harga jualnya agar tetap kompetitif. Sebaliknya, jika harga kompetitor lebih tinggi, maka perusahaan dapat menaikkan harga jualnya tanpa kehilangan pelanggan.

Kualitas Produk

Kualitas produk juga dapat mempengaruhi harga jual. Produk dengan kualitas yang lebih tinggi biasanya dijual dengan harga yang lebih tinggi daripada produk dengan kualitas yang lebih rendah. Konsumen cenderung bersedia membayar lebih untuk produk yang berkualitas tinggi karena mereka percaya bahwa produk tersebut akan lebih tahan lama dan lebih baik.

Merek

Merek juga dapat mempengaruhi harga jual. Produk dengan merek yang kuat biasanya dijual dengan harga yang lebih tinggi daripada produk dengan merek yang lemah. Konsumen cenderung bersedia membayar lebih untuk produk dengan merek yang kuat karena mereka percaya bahwa produk tersebut lebih terpercaya dan lebih berkualitas.

Cara Menghitung Harga Jual

Harga jual merupakan salah satu faktor penting dalam menentukan keberhasilan bisnis. Harga jual yang tepat dapat membantu bisnis meningkatkan penjualan dan keuntungan, sedangkan harga jual yang terlalu tinggi dapat membuat produk tidak laku terjual. Oleh karena itu, penting bagi pelaku bisnis untuk mengetahui cara menghitung harga jual yang tepat.

Rumus Menghitung Harga Jual

Harga jual suatu produk dapat dihitung dengan menggunakan rumus berikut:

Harga Jual = Biaya Pokok Produksi + Keuntungan

Biaya pokok produksi adalah biaya yang dikeluarkan untuk memproduksi suatu produk, termasuk biaya bahan baku, biaya tenaga kerja, dan biaya overhead. Keuntungan adalah selisih antara harga jual dan biaya pokok produksi.

Contoh Perhitungan Harga Jual

Sebagai contoh, misalkan seorang pengusaha mengeluarkan biaya sebesar Rp100.000 untuk memproduksi suatu produk. Ia ingin mendapatkan keuntungan sebesar 20%. Maka, harga jual produk tersebut dapat dihitung sebagai berikut:

Harga Jual = Rp100.000 + (20% x Rp100.000) = Rp120.000

Jadi, harga jual produk tersebut adalah Rp120.000.

Analisis Titik Impas

cara menghitung modal dan harga jual terbaru

Analisis titik impas adalah metode untuk menghitung jumlah penjualan yang harus dicapai agar perusahaan tidak mengalami kerugian atau keuntungan yang sama dengan jumlah modal yang dikeluarkan. Analisis ini penting untuk mengetahui tingkat keberhasilan suatu usaha dan membantu dalam mengambil keputusan bisnis yang tepat.

Rumus Titik Impas

Rumus untuk menghitung titik impas adalah sebagai berikut:

TI = Total Biaya / (Harga Jual per Unit

Biaya Variabel per Unit)

di mana:

  • TI = Titik impas (dalam jumlah unit)
  • Total Biaya = Biaya tetap + Biaya variabel
  • Harga Jual per Unit = Harga jual produk per unit
  • Biaya Variabel per Unit = Biaya variabel yang dikeluarkan untuk memproduksi satu unit produk

Contoh:

Sebuah perusahaan memiliki biaya tetap sebesar Rp10.000.000 dan biaya variabel sebesar Rp5.000 per unit. Harga jual produk per unit adalah Rp10.000.

Maka, titik impas perusahaan tersebut adalah:

TI = 10.000.000 / (10.000

5.000) = 2.000 unit

Artinya, perusahaan tersebut harus menjual 2.000 unit produk untuk mencapai titik impas.

Strategi Penetapan Harga

Strategi penetapan harga merupakan elemen penting dalam menentukan keberhasilan suatu bisnis. Strategi ini bertujuan untuk menetapkan harga jual produk atau jasa yang tepat, sehingga dapat memaksimalkan keuntungan dan menarik minat konsumen. Terdapat berbagai strategi penetapan harga yang dapat digunakan, masing-masing dengan kelebihan dan kekurangannya sendiri.

Penetapan Harga Berdasarkan Biaya

Penetapan harga berdasarkan biaya adalah strategi yang paling umum digunakan. Dalam strategi ini, harga jual produk atau jasa ditentukan berdasarkan total biaya yang dikeluarkan untuk memproduksi atau menyediakan produk atau jasa tersebut. Biaya-biaya yang termasuk dalam perhitungan meliputi biaya bahan baku, biaya tenaga kerja, biaya produksi, biaya pemasaran, dan biaya administrasi.

Kelebihan dari strategi ini adalah kesederhanaannya, karena harga jual dapat dengan mudah dihitung berdasarkan biaya yang dikeluarkan. Namun, kelemahan dari strategi ini adalah tidak mempertimbangkan faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi harga jual, seperti permintaan pasar dan persaingan.

Penetapan Harga Berdasarkan Permintaan

Penetapan harga berdasarkan permintaan adalah strategi yang berfokus pada permintaan pasar. Dalam strategi ini, harga jual produk atau jasa ditentukan berdasarkan seberapa besar permintaan konsumen terhadap produk atau jasa tersebut. Jika permintaan tinggi, maka harga jual dapat ditetapkan lebih tinggi, sedangkan jika permintaan rendah, maka harga jual dapat ditetapkan lebih rendah.

Kelebihan dari strategi ini adalah kemampuannya untuk memaksimalkan keuntungan, karena harga jual dapat disesuaikan dengan permintaan pasar. Namun, kelemahan dari strategi ini adalah sulitnya memprediksi permintaan pasar secara akurat.

Penetapan Harga Berdasarkan Persaingan

Penetapan harga berdasarkan persaingan adalah strategi yang berfokus pada harga jual produk atau jasa pesaing. Dalam strategi ini, harga jual produk atau jasa ditentukan berdasarkan harga jual produk atau jasa pesaing. Jika harga jual pesaing lebih tinggi, maka harga jual produk atau jasa dapat ditetapkan lebih rendah, sedangkan jika harga jual pesaing lebih rendah, maka harga jual produk atau jasa dapat ditetapkan lebih tinggi.

Kelebihan dari strategi ini adalah kemampuannya untuk menarik konsumen dari pesaing, karena harga jual produk atau jasa lebih rendah. Namun, kelemahan dari strategi ini adalah persaingan harga yang ketat dapat menurunkan keuntungan.

Penetapan Harga Berdasarkan Nilai

Penetapan harga berdasarkan nilai adalah strategi yang berfokus pada nilai yang dirasakan oleh konsumen terhadap produk atau jasa. Dalam strategi ini, harga jual produk atau jasa ditentukan berdasarkan seberapa besar nilai yang dirasakan oleh konsumen terhadap produk atau jasa tersebut.

Jika nilai yang dirasakan oleh konsumen tinggi, maka harga jual dapat ditetapkan lebih tinggi, sedangkan jika nilai yang dirasakan oleh konsumen rendah, maka harga jual dapat ditetapkan lebih rendah. Kelebihan dari strategi ini adalah kemampuannya untuk menciptakan loyalitas konsumen, karena konsumen merasa puas dengan nilai yang mereka dapatkan dari produk atau jasa tersebut.

Namun, kelemahan dari strategi ini adalah sulitnya mengukur nilai yang dirasakan oleh konsumen secara akurat.

Penetapan Harga Psikologis

Penetapan harga psikologis adalah strategi yang berfokus pada psikologi konsumen. Dalam strategi ini, harga jual produk atau jasa ditentukan berdasarkan faktor-faktor psikologis yang dapat mempengaruhi keputusan pembelian konsumen. Misalnya, harga jual produk atau jasa dapat ditetapkan dengan angka ganjil, karena angka ganjil dianggap lebih menarik oleh konsumen.

Kelebihan dari strategi ini adalah kemampuannya untuk meningkatkan penjualan, karena faktor-faktor psikologis dapat mempengaruhi keputusan pembelian konsumen. Namun, kelemahan dari strategi ini adalah sulitnya memprediksi secara akurat faktor-faktor psikologis yang dapat mempengaruhi keputusan pembelian konsumen.

Pengaruh Harga Jual terhadap Laba

Harga jual merupakan faktor penting dalam menentukan laba bisnis. Harga jual yang lebih tinggi akan menghasilkan laba yang lebih besar, sedangkan harga jual yang lebih rendah akan menghasilkan laba yang lebih kecil. Ada beberapa cara bagaimana harga jual mempengaruhi laba bisnis.

Dampak Harga Jual terhadap Laba

  • Harga jual yang lebih tinggi dapat meningkatkan laba. Ketika harga jual dinaikkan, laba akan meningkat karena pendapatan meningkat. Hal ini terjadi karena konsumen masih bersedia membeli produk pada harga yang lebih tinggi. Namun, penting untuk dicatat bahwa kenaikan harga jual dapat menyebabkan penurunan permintaan, sehingga laba yang diperoleh mungkin tidak sebesar yang diharapkan.
  • Harga jual yang lebih rendah dapat menurunkan laba. Ketika harga jual diturunkan, laba akan menurun karena pendapatan menurun. Hal ini terjadi karena konsumen akan membeli lebih banyak produk pada harga yang lebih rendah. Namun, penurunan harga jual dapat menyebabkan peningkatan permintaan, sehingga laba yang diperoleh mungkin tidak sebesar yang diharapkan.
  • Harga jual yang optimal adalah harga yang memaksimalkan laba. Harga jual yang optimal adalah harga yang menghasilkan laba terbesar. Harga jual yang optimal dapat ditemukan dengan mempertimbangkan berbagai faktor, seperti biaya produksi, permintaan konsumen, dan persaingan pasar.

Contoh Pengaruh Harga Jual terhadap Laba

Berikut ini adalah contoh pengaruh harga jual terhadap laba bisnis:

  • Perusahaan A menjual produk seharga Rp100.000. Biaya produksi produk tersebut adalah Rp50.000. Laba yang diperoleh perusahaan A adalah Rp50.000.
  • Perusahaan A menaikkan harga jual produknya menjadi Rp120.000. Biaya produksi produk tersebut tetap sama, yaitu Rp50.000. Laba yang diperoleh perusahaan A meningkat menjadi Rp70.000.
  • Perusahaan A menurunkan harga jual produknya menjadi Rp80.000. Biaya produksi produk tersebut tetap sama, yaitu Rp50.000. Laba yang diperoleh perusahaan A menurun menjadi Rp30.000.

Dari contoh tersebut, dapat dilihat bahwa harga jual yang lebih tinggi dapat meningkatkan laba, sedangkan harga jual yang lebih rendah dapat menurunkan laba.

Dampak Kenaikan Harga Jual

Kenaikan harga jual merupakan strategi umum yang digunakan oleh perusahaan untuk meningkatkan pendapatan. Namun, keputusan ini dapat memiliki dampak yang signifikan terhadap permintaan pasar. Dalam beberapa kasus, kenaikan harga jual dapat menyebabkan penurunan permintaan, sementara dalam kasus lain, kenaikan harga jual justru dapat meningkatkan permintaan.

Dampak Negatif Kenaikan Harga Jual

  • Penurunan Permintaan: Kenaikan harga jual dapat menyebabkan penurunan permintaan karena konsumen mungkin tidak lagi mampu membeli produk atau jasa tersebut. Hal ini terutama berlaku untuk produk atau jasa yang dianggap tidak penting atau memiliki banyak alternatif.
  • Beralih ke Pesaing: Kenaikan harga jual dapat menyebabkan konsumen beralih ke produk atau jasa pesaing yang menawarkan harga yang lebih rendah. Hal ini terutama berlaku untuk produk atau jasa yang dianggap tidak memiliki keunggulan kompetitif yang kuat.
  • Citra Merek Negatif: Kenaikan harga jual yang terlalu tinggi dapat merusak citra merek perusahaan. Konsumen mungkin menganggap bahwa perusahaan tersebut serakah atau tidak peduli dengan kebutuhan mereka.

Dampak Positif Kenaikan Harga Jual

  • Meningkatkan Pendapatan: Kenaikan harga jual dapat meningkatkan pendapatan perusahaan jika permintaan tetap stabil atau bahkan meningkat. Hal ini terutama berlaku untuk produk atau jasa yang memiliki permintaan yang tidak elastis, yaitu permintaan yang tidak terlalu sensitif terhadap perubahan harga.
  • Meningkatkan Citra Merek: Kenaikan harga jual yang moderat dapat meningkatkan citra merek perusahaan. Konsumen mungkin menganggap bahwa produk atau jasa tersebut memiliki kualitas yang lebih tinggi jika harganya lebih mahal.
  • Mendorong Inovasi: Kenaikan harga jual dapat mendorong perusahaan untuk berinovasi dan mengembangkan produk atau jasa baru yang lebih baik. Hal ini karena perusahaan perlu mencari cara untuk mempertahankan pelanggan dan menarik pelanggan baru meskipun harga jualnya lebih tinggi.

Contoh Dampak Kenaikan Harga Jual

Salah satu contoh dampak kenaikan harga jual adalah kasus Apple. Pada tahun 2018, Apple menaikkan harga iPhone XS sebesar $100 dari harga iPhone X sebelumnya. Kenaikan harga ini menyebabkan penurunan penjualan iPhone XS sebesar 10% dibandingkan dengan iPhone X. Hal ini menunjukkan bahwa permintaan iPhone XS tidak elastis, yaitu permintaan yang tidak terlalu sensitif terhadap perubahan harga.

Contoh lain dampak kenaikan harga jual adalah kasus Starbucks. Pada tahun 2019, Starbucks menaikkan harga kopi latte sebesar $0,10. Kenaikan harga ini tidak menyebabkan penurunan penjualan kopi latte. Hal ini menunjukkan bahwa permintaan kopi latte elastis, yaitu permintaan yang sensitif terhadap perubahan harga.

Tips Menentukan Harga Jual yang Tepat

Menentukan harga jual yang tepat sangat penting bagi bisnis. Harga jual yang tepat dapat membantu bisnis memaksimalkan keuntungan dan meningkatkan daya saing. Sebaliknya, harga jual yang terlalu tinggi dapat membuat produk tidak laku, sedangkan harga jual yang terlalu rendah dapat membuat bisnis merugi.

Berikut ini adalah beberapa tips untuk menentukan harga jual yang tepat:

1. Perhitungkan Biaya Produksi

Hal pertama yang perlu dilakukan dalam menentukan harga jual adalah menghitung biaya produksi. Biaya produksi meliputi biaya bahan baku, biaya tenaga kerja, biaya overhead, dan biaya lainnya yang dikeluarkan dalam proses produksi.

2. Tetapkan Margin Keuntungan

Setelah menghitung biaya produksi, Anda perlu menetapkan margin keuntungan. Margin keuntungan adalah selisih antara harga jual dan biaya produksi. Margin keuntungan digunakan untuk menutupi biaya operasional dan menghasilkan laba.

3. Riset Pasar

Sebelum menentukan harga jual, Anda perlu melakukan riset pasar. Riset pasar dilakukan untuk mengetahui harga jual produk sejenis yang ditawarkan oleh pesaing. Dengan mengetahui harga jual pesaing, Anda dapat menentukan harga jual yang kompetitif.

4. Pertimbangkan Nilai Produk

Dalam menentukan harga jual, Anda juga perlu mempertimbangkan nilai produk. Nilai produk adalah manfaat yang dirasakan oleh konsumen ketika menggunakan produk tersebut. Semakin tinggi nilai produk, semakin tinggi harga jual yang dapat ditetapkan.

5. Sesuaikan dengan Kondisi Ekonomi

Kondisi ekonomi juga perlu dipertimbangkan dalam menentukan harga jual. Ketika kondisi ekonomi sedang lesu, konsumen cenderung lebih berhati-hati dalam mengeluarkan uang. Oleh karena itu, Anda perlu menetapkan harga jual yang lebih rendah untuk menarik konsumen.

6. Berikan Diskon dan Promosi

Untuk menarik konsumen, Anda dapat memberikan diskon dan promosi. Diskon dan promosi dapat berupa potongan harga, hadiah, atau layanan tambahan. Diskon dan promosi dapat membantu Anda meningkatkan penjualan dan memperkenalkan produk baru ke pasar.

7. Uji Coba Harga Jual

Setelah menentukan harga jual, Anda perlu menguji coba harga jual tersebut. Uji coba harga jual dapat dilakukan dengan cara menjual produk dalam jumlah kecil di beberapa lokasi. Hasil uji coba harga jual dapat digunakan untuk mengevaluasi apakah harga jual yang ditetapkan sudah tepat atau perlu disesuaikan.

8. Pantau Harga Jual Pesaing

Setelah menetapkan harga jual, Anda perlu terus memantau harga jual pesaing. Jika harga jual pesaing berubah, Anda perlu menyesuaikan harga jual Anda agar tetap kompetitif.

9. Evaluasi Harga Jual Secara Berkala

Harga jual perlu dievaluasi secara berkala. Evaluasi harga jual dilakukan untuk mengetahui apakah harga jual yang ditetapkan masih sesuai dengan kondisi pasar. Jika harga jual sudah tidak sesuai dengan kondisi pasar, Anda perlu menyesuaikan harga jual agar tetap kompetitif.

Akhir Kata

cara menghitung modal dan harga jual terbaru

Memahami konsep modal dan harga jual sangat penting bagi pelaku bisnis untuk membuat keputusan yang tepat dalam mengelola dan mengembangkan usahanya. Dengan memahami kedua konsep ini, pelaku bisnis dapat menentukan jumlah modal yang dibutuhkan, menetapkan harga jual yang kompetitif, dan memaksimalkan keuntungan yang diperoleh.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *